Kala itu aku tak sendiri
Terselimuti oleh senyum simetri
Indah dan tidak dapat dipungkiri
Karena itu aku mulai mengakui
Aku percaya hingga yang aku katakan terkhianat
Aku mulai bodoh hingga aku tersesat
Aku gila hingga semua menjauh
Perlahan senyum itu menghilang
Kini hanya segaris bibir yang tak tersentuh
Semua datar dan saling menyalahkan
Kenapa dunia itu kejam?!
Iya, bukan masalah kalau tidak dipermasalahkan
Iya, bukan kehilangan kalau tidak menyia-nyiakan
Karena satu yang dulu ada
Kini hilang tertelan dermaga
My Poem
Sabtu, 22 Juli 2017
Minggu, 19 Juni 2016
Cahaya dari mu
Rembulan entah kini hilang
Awan gelap mulai melahap
Habis sudah langit indah
Bulan dan bintang kian sirna
Namun kau datang
Hadir bagai malaikat
Bukan...
Kau adalah pahlawan
Elusan lembut
Tutur kata hayat
Sampai hanya air mata yang ku mampu
Hanya menatap penuh haru
Kau ayah dalam hidupku
Mimpiku dan segalanya bagiku
Perisaiku dan bentengku
Kau segalanya bagiku
Just you and always you.
Rembulan entah kini hilang
Awan gelap mulai melahap
Habis sudah langit indah
Bulan dan bintang kian sirna
Namun kau datang
Hadir bagai malaikat
Bukan...
Kau adalah pahlawan
Elusan lembut
Tutur kata hayat
Sampai hanya air mata yang ku mampu
Hanya menatap penuh haru
Kau ayah dalam hidupku
Mimpiku dan segalanya bagiku
Perisaiku dan bentengku
Kau segalanya bagiku
Just you and always you.
Sabtu, 18 Juni 2016
Kelembutan hati
Ombak terdengar begitu indah
Saling berlari menuju satu arah
Orang-orang tersenyum bahagia
Menatap mereka sebagai keluarga
Ku berlari dengan riang
Tanpa beban dan halangan
Ku peluk penuh rindu
Penuh kasih dan cinta
Mata itu dan senyum itu
Menentramkan dan menghangatkan
Belaian kasih penuh cinta
Kau ibu yang ku bangga
Saat mulut tak lagi berkata
Yang ku mampu air mata yang ada
Walaupun air darah sekalipun
Kau tetap yang terindah untuk ku
Kelembutan hati itu
Kau segalanya.
Ombak terdengar begitu indah
Saling berlari menuju satu arah
Orang-orang tersenyum bahagia
Menatap mereka sebagai keluarga
Ku berlari dengan riang
Tanpa beban dan halangan
Ku peluk penuh rindu
Penuh kasih dan cinta
Mata itu dan senyum itu
Menentramkan dan menghangatkan
Belaian kasih penuh cinta
Kau ibu yang ku bangga
Saat mulut tak lagi berkata
Yang ku mampu air mata yang ada
Walaupun air darah sekalipun
Kau tetap yang terindah untuk ku
Kelembutan hati itu
Kau segalanya.
Langganan:
Postingan (Atom)